Welcome LiSIers , enjoy reading and dont forget to share some comment :)

My story + your Story = Inspiration :)

Sunday, September 04, 2011

Belajar dari kesederhanaan

LiSIers !! Siapa yang SMA nya pernah ada kegiatan live in? Live in itu acara yang kayak di trans TV " Jika aku menjadi". Jadi kita beberapa hari tinggal di pedesaan dan mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan satu keluarga dimana kita menetap sementara di desa itu. Kita ikut membantu anggota keluarga bekerja, mencoba mengikuti keseharian mereka, ikut ambil bagian dalam suka duka mereka.

Gw dapet kegiatan Live in kelas 12 (3 SMA). Waktu itu kita satu sekolahan dapat kesempatan di Magelang. Pertama gw dateng, gw takjub dengan keindahan alam sekitar yang bener-bener masih alami. Kanan kiri pohon masi banyak, udara sejuk banget, dan nggak ada yang namanya gedung. Selain itu , rumah disana tergolong masih sederhana dan jaraknya rada jauh-jauh.

Gw menetap di sebuah rumah sederhana, temboknya masi batu bata yang belum di cat. Mau masak juga pake kayu bakar. Mau mandi juga kamar mandi luar dan airnya harus nimba di sumur. Kamar-kamarnya pake lampu neon. Disana tinggalah sebuah keluarga yang sederhana, namun harmonis yaitu Pak Yono (papi) , Bu Lestari (mami), Lean (anak), Neil (anak).

Pak Yono sehari-hari bekerja sebagai Mandor bangunan. Beliau mahir sekali membuat bangunan, sehingga seringkali proyek pembangunan desa dipimpin oleh beliau. Bu Lestari adalah ibu rumah tangga yang merangkap sebagai guru honorer di sebuah TK di Magelang. Anaknya, Lean masih kelas 5 SD dan Neil masih TK.

Gw disana harus terbiasa dengan cara hidup mereka. Masak yang biasa tinggal cetek cetek keluar api dari kompor, sekarang gw harus masukin kayu bakar satu-satu sodok-sodokin ke tungku, jaga apinya jangan sampe mati. Mandi biasa ngucur dari shower, sekarang gw harus pake otot ngambil air dari sumur. Untuk urusan B.A.B gw harus ke sungai guys, harus mengendap-ngendap lalu berjongkok di batu sambil bawa sabun cair, dan nanti ceboknya manual pake air sungai (ngakak).

Gw juga ikut bantuin kerjaannya Pak Yono. Waktu itu gw bantuin ngangkatin bata buat tembok sebuah proyek rumah yang sedang dikerjakan Pak Yono and friends. Gw juga bantuin Bu Lestari buat masak air, terus ajak main Lean dan Neil ( mas jadi kangen kalian).Pokoknya seminggu itu gw ngerasain dan belajar hal yang bener-bener gw nggak bisa temuin di kota.

Gw belajar bahwa hidup sederhana itu patut disyukuri. Hidup sederhana yang penting punya cinta kasih, maka semuanya bakal harmonis. Buat apa kita kaya tapi keluarga kita berantakan?? Gw juga belajar bahwa kalau mau apa-apa harus usaha, contohnya kaya mau mandi harus nimba air dulu. Hidup sekarang semuanya udah instan sehingga kita kurang ngehargain proses.
Belajar bersatu dengan alam juga penting, gimana cara memanfaatkan alam buat kehidupan dan juga efek alam yang bikin kita tenang dan seakan lupa sama problem kita .
Yang nggak kalah penting, gw belajar ngehargain usaha orang tua gw. Orang tua gw udah bekerja banting tulang supaya gw bisa hidup layak, bahkan hidup enak. Komputer, BB, Uang sekolah itu semua pake duid!! Dan mereka dapetinnya nggak susah, gw malah sering nggak ngehargain mereka, males belajar dan nggak nurut sama mereka.

"Senyum keluarga itu membuat gw sadar bahwa hidup tak selalu kejam dan selalu penuh harapan, gw belajar banyak, Thank you very much my second family"

Bagaimana pengalaman kalian? mari share :)


0 comments:

Post a Comment

 
Template designed using TrixTG