Welcome LiSIers , enjoy reading and dont forget to share some comment :)

My story + your Story = Inspiration :)

Sunday, April 29, 2012

Addicted to you

Belajar psikologi nampaknya memberikan gw banyak pencerahan dalam kasus-kasus pacaran yang dialami teman-teman gw. Ternyata ada banyak problem teman-teman gw yang mempuunyai kemiripan satu sama lain. Setelah gw mendapat pencerahan saat gw belajar, nampaknya gw menemukan sebuah jawaban yang mungkin mendasari problem itu.

Addicted atau kecanduan, seperti layaknya narkoba dia membuat kita ketergantungan dan tidak bisa lepas dari jeratannya. Tapi gw nggak akan bahas ketergantungan obat-obatan terlarang, tapi ketergantungan psikologis yang dialami saat pacaran. Kasus addicted ini kata dosen gw banyak terjadi pada pasangan suami istri, diamana satu pihak adalah orang yang dominan dan pihak lainnya adalah pihak yang penurut.

Kalo dalam  kasus pacaran nampaknya akan menjadi seperti ini skenarionya :
Si cowok dominan, dia yang banyak ambil keputusan dalam hubungan. Dia sering mengatur pasangannya, selalu curigaan, dan over protecting. Sedangkan si cewek adalah orang yang sangat sayang sama pacarnya, dia banyak berkorban, dan dia nurut sama yang pacarnya katakan. Dia merasakan kenyamanan, kebahagiaan, dan merasa aman di dekat pacarnya. Jadilah hubungan addicted, dimana si cowok mau mendominasi si cewek , dia takut pacarnya pindah ke lain hati , dia juga mau dianggap sebagi seorang cowok yang satu-satunya bisa mencintai dan melindungi si cewek. Jadi seringkali dia mengatur kehidupan si cewek. Sedangkan si cewek ingin terus mendapatkan kebahagiaan, cinta, dan perlindungan dari si cowok. Ia menjadi seorang yang rela berkorban dan seringkali menyalahkan diri sendiri kalo cowoknya marah. Dia merasa nggak bisa membahagiakan cowoknya, tetapi dia pengen terus dicintai cowoknya.
Jadilah hubungan yang tidak bisa dilepas, saling membutuhkan untuk mendominasi dan untuk dicintai.

Gimana cara mutusin hubungan addicted? nggak tau ya, mungkin bisa dengan mencari kesibukan masing-masing sehingga sumber kebahagiaan nggak cuma dari sang pacar (biasanya kalo udah hubungan addicted bisa lupa sama ortu). Mungkin bisa juga  dengan bantuan pihak ketiga , sebagai pembuka mata :P


Sekali lagi ini baru dugaan ya, gw nulis apa yang gw duga terjadi. Tetapi belum tentu benar. Just share for you LiSIers  :D

Jackpot

Posting kali ini gw mau ceritain mengenai kesialan abang angkot yang gw saksikan kemarin. Waktu itu gw duduk di depan disamping abang angkotnya (ya iyalah). Muka abang angkotnya cembetut kaya kena galau akut, dugaan gw setorannya lagi minim. Gw yang ngeliatnya juga serem sih terlebih dia ngebut bawa angkotnya. Gw sih sebenernya nggak takut dia ngebut, tapi kasian cewek cakep yang duduk dibelakang :P

Kesialan pertama : Cuma ada 4 penumpang di angkotnya (include gw). Dia ngeluh setorannya seret, dengan logat sundanya dia ngedumel. Gw diem aja nggak mau nanggepin. Oke bang ini baru kesialan anda yang pertama. lanjut yang kedua

Kesialan kedua : macet total. Udah setoran seret sekarang macet total. Muka si abang di tekuk 17 . Si abang kesel, bawa angkotnya  tambah ngebut. Ditambah lagi knalpot angkotnya udah diganti ke mode racing, semuanya membuat suasana makin greget. Penderitaan anda belom berakhir bang.. Salah anda sebenarnya

Kesialan ketiga : Di depan angkot gw ada driver yang baru belajar, otomatis dia bawanya nyantai . Si abang tambah kesel, dia mencet tlakson kenceng-kenceng sambil ngedumel. udah 2 kali nyoba menyalib tapi gagal. Kasian deh lu bang.

Kesialan kelima : waktu itu ada penumpang kakek-kakek yang request tempat dia turun. Si abang setuju dengan request si kakek. Sampai di tempat tujuan, si kakek protes katanya tempat yang dia request nggak sesuai. Menurut gw emang salah si kakek, dia salah kasih tau tempat tapi kan dia pikun jadi dia ngotot kalo dia bener. Berantem deh si abang sama si kakek. Angkot gw puter balik nganterin si kakek dulu.

5 kesialan dalam 1 hari? Biasanya kalo kita ngalamin gitu pasti langsung update status atau ngetweet "sial amat sih gw hari ini" , tapi menurut buku "the secret" yang gw baca, hal itu adalah salah kita sendiri. Karena kita marah-marah kita malah menarik lebih banyak lagi kesialan (ingat postingan gw mengenai hukum tarik menarik?) . Andaikata si abang calm down dan menanggapi berbagai hal secara netral bahkan bersyukur , nggak bakal dapet jackpot sampe 5 kesialan gitu kayanya. Bahkan setoranya bisa aja membaik.

Oh ya satu hal lagi yang gw pelajari dari buku the secret. Kalo andaikata gw ikutan marah-marah karena abangnya ngebut atau karena suasana macet. "Jackpot" bisa kena juga ke gw. Mau bukti? Coba eksperimen deh :D

Friday, April 27, 2012

Sekarang

Setiap orang pasti punya kenangan masa lalu yang pait, gw pun begitu. Masa lalu itu seringkali menjadi bayang-bayang di kehidupan masa sekarang, nggak jarang ada yang masuk dalam lobang masa lalu dan nggak bisa move on lagi. Setiap orang juga punya rencana masa depan, rencana masa depan membuat kita bahagia dengan imajinasi kita, membuat kita bergerak maju, namun tak jarang kita dijadikan takut dengan hal itu.

Semua yang kita miliki, yang nyata, dan bisa dirasakan adalah saat sekarang. Pacar, orang tua, sahabat semuanya ada di saat sekarang. Kalo nggak ada sekarang , nggak bakal ada masa depan dan masa lalu. Kehidupan kita adanya sekarang.

Jadi, kalau punya sesuatu yang berharga menurut gw jangan terpatok sama masa lalu dan jangan juga takut kehilangan di masa depan. Karena sesuatu yang berharga itu adanya sekarang, ya nikmatin aja lah. Urusan masa lalu ya biarin aja, emang bisa berubah? Urusan masa depan mah entar aja, emangnya bisa diramal? Banyak kejadian di hidup gw dimana gw kehilangan sesuatu yang berharga karena gw terlalu takut sama masa depan dan terlalu terpaku sama masa lalu. Rasanya ya nyesek, ketika gw harus kehilangan sesuatu yang penting itu. Mungkin kalian ngerasain hal yang sama kan? Momen-momen atau kesempatan yang ada disia-siakan karena kalian asik sama pikiran kalian sama masa depan dan masa lalu. Tau-tau sesuatu yang penting itu udah nggak bisa kalian sentuh, rasakan, lihat, dan miliki.

So, hargai momen-momen sekarang.. Here and Now!! :)

Back to Nature

2 Minggu yang lalu gw beserta teman-teman mengisi liburan akhir pekan dengan wisata alam. Kami memutuskan untuk pergi ke kawasan curug nangka di Ciapus, Bogor. Kami sengaja berangkat sore karena kami ingin menikmati suasana malam di hutan dan air terjun. Kebetulan sih udah kenal sama kuncenya jadi bisa nginep di rumah kuncennya :P

Dari mulai hutan , sungai, pura, dan air terjun kami lalui. Sebuah perjalanan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Begitu luar biasanya Tuhan bisa menciptakan seluruh keindahan yang gw nikmati ini. Gw pribadi bener-bener merasa kalau semua beban pikiran, segala penderitaan masa lalu, dan kekhawatiran masa depan benar-benar lenyap saat itu. Alam benar-benar healing banget, membuat gw merasa baru lagi.

Seperti di posting gw sebelumnya yang ngomongin tentang keseimbangan, dengan melakukan wisata alam ini merupakan sebuah sarana membauat diri kalian balance lagi. Kalian bisa olahraga, relaks, dan bersyukur sama Tuhan. Di trip ini kalian juga bisa merenungkan segala yang telah terjadi dalam hidup kalian, kalian bakal ngerasa bahwa hidup kalian ternyata jauh lebih berarti. Kalian juga bisa belajar kalau untuk mencapai sebuah kebahagiaan dibutuhkan pengorbanan ( kalau mau nikmatin air terjun, kalian harus tracking dulu)

Pesan terakhir dari gw, langsung terjun aja guys. Cobain sendiri, rasain kebahagiaan yang belum pernah kalian rasain sebelumnya. Kalau mau ke curug nangka gampang kok.  Intinya kalian harus ke Bogor dulu, terus naik angkot 02 atau 10, berenti di Bogor Trade Mall, terus di pengkolan cari deh angkot biru ke Ciapus (goceng), terus kalo udah sampe tinggal naik ojek sekali ke pintu masuk (goceng lagi). Happy Adventure :D

Wednesday, April 18, 2012

Ikut-ikutan

Ikut-ikutan atau bahasa kerenya konformitas nampaknya nggak asing lagi buat kita. Gw yakin pasti kita semua pernah ngalamin dalam pergaulan. Tapi sebenernya bermanfaat nggak sih ikut-ikutan?

Seringkali yang perlu dilihat adalah tujuan dari konformitas itu. Kebanyakan sih supaya bisa eksis dan diterima sama temen satu geng. Nah kalo itu tujuanya, kalian sebenarnya pada nyaman nggak sih lakuin itu? Memangnya kalian harus mengingkari diri kalian demi diterima?

Menurut gw itu sah-sah aja asalkan nggak terlalu berlebihan dosisnya. Diajak kesana ikut diajak kesini ikut, ya okelah.. Tapi kalo sampe ngorbanin keinginan lu sendiri dan malah ngerusak diri lu, itu gw nggak setuju banget!! Kita harus punya prinsip menurut gw, mana yang boleh di ikutin, mana yang nggak. Jangan karena kita pengen diterima maka kita ikut-ikutan.

Menurut gw yang terpenting adalah kita bergaul dengan teman-teman yang emang ngedukung, menghargai, dan menerima kita. Dia harus bisa terima kita apa adanya, mendukung kita untuk berkembang, dan kita bisa memberikan sesuatu untuk mereka. Kalo kita bergaul cuma buat ikut-ikutan supaya keren gw bilang sih percuma aja, yang ada kita jadi pengikut teman-teman kita yang dominan dan kerjaan kita  ngekor terus, kalo ada maunya kita dideketin kalo nggak ada maunya kita dibuang.

Jangan takut nggak punya temen dan nggak diterima. Kalian nggak pernah sendiri, kalian masih punya orang-orang yang sayang sama kalian, dan Tuhan, gw yakin nggak akan biarin kita sendirian. Pasti di geng atau tempat lain kita bisa diterima dan berkembang. Selama kalian terbuka dan berprinsip pasti kalian bakal punya teman-teman yang cocok untuk kalian.  Mereka keren, mereka eksis tapi bukan berarti mereka itu bisa mengerti kalian dan bukan berarti kalian nggak bisa eksis kaya mereka.

Be yourself!!

Wednesday, April 11, 2012

About Balance

Kalau kalian ngendarain motor atau mobil, setiap ada tikungan pasti arah stir digerakkan sesuai tikungan itu kan? Lalu setelah belok apa yang kalian lakukan? Pastinya, memutar stir ke arah sebaliknya  agar kalian bisa kembali berjalan lurus dan stabil.

Dari buku-buku yang gw baca, hidup nampaknya sama seperti analogi diatas, nggak boleh berat sebelah. Contoh simplenya jika kita terus terperangkap dengan kenangan masa lalu dan ketakutan akan masa depan hidup kita akan penuh kecemasan terus menerus, cara menstabilkannya adalah dengan berada di tengah, yaitu saat sekarang, nikmati saat sekarang, detik ini di tempat ini!!!
Contoh lainya jika dalam pergaulan kalian bergaul dengan orang yang itu-itu saja, saat terjadi perselisihan apa yang terjadi? Kalian seperti tidak memiliki siapa-siapa lagi, tapi coba bayangkan jika kalian bergaul dengan banyak orang, ketika kalian di tinggalkan kalian tidak akan pernah merasa kesepian
Belajar terus atau main terus juga bentuk ketidakseimbangan, belajar terus membuat kalian tidak ada waktu untuk bergaul dan menikmati dunia sedangkan kalo main terus kalian menyia-nyiakan waktu kalian untuk hal yang sesaat saja.

Ini bagian penting: :p
Pacaran juga begitu, kalo kalian cuma bisa menuntut tapi tidak memberi, berani taruhan pasti putus!! 
Pacaran mulu sampe lupa kalo punya keluarga, dijamin putus!!
Pacaran yang mengekang pasangan, dijamin putus!!
Solusinya?
is about balance layaknya energi yin dan yang. Di dalam balance itu kalian bisa menikmati hidup yang sesungguhnya.  Dijamin awet :)



 
Template designed using TrixTG