Belajar psikologi nampaknya memberikan gw banyak pencerahan dalam kasus-kasus pacaran yang dialami teman-teman gw. Ternyata ada banyak problem teman-teman gw yang mempuunyai kemiripan satu sama lain. Setelah gw mendapat pencerahan saat gw belajar, nampaknya gw menemukan sebuah jawaban yang mungkin mendasari problem itu.
Addicted atau kecanduan, seperti layaknya narkoba dia membuat kita ketergantungan dan tidak bisa lepas dari jeratannya. Tapi gw nggak akan bahas ketergantungan obat-obatan terlarang, tapi ketergantungan psikologis yang dialami saat pacaran. Kasus addicted ini kata dosen gw banyak terjadi pada pasangan suami istri, diamana satu pihak adalah orang yang dominan dan pihak lainnya adalah pihak yang penurut.
Kalo dalam kasus pacaran nampaknya akan menjadi seperti ini skenarionya :
Si cowok dominan, dia yang banyak ambil keputusan dalam hubungan. Dia sering mengatur pasangannya, selalu curigaan, dan over protecting. Sedangkan si cewek adalah orang yang sangat sayang sama pacarnya, dia banyak berkorban, dan dia nurut sama yang pacarnya katakan. Dia merasakan kenyamanan, kebahagiaan, dan merasa aman di dekat pacarnya. Jadilah hubungan addicted, dimana si cowok mau mendominasi si cewek , dia takut pacarnya pindah ke lain hati , dia juga mau dianggap sebagi seorang cowok yang satu-satunya bisa mencintai dan melindungi si cewek. Jadi seringkali dia mengatur kehidupan si cewek. Sedangkan si cewek ingin terus mendapatkan kebahagiaan, cinta, dan perlindungan dari si cowok. Ia menjadi seorang yang rela berkorban dan seringkali menyalahkan diri sendiri kalo cowoknya marah. Dia merasa nggak bisa membahagiakan cowoknya, tetapi dia pengen terus dicintai cowoknya.
Jadilah hubungan yang tidak bisa dilepas, saling membutuhkan untuk mendominasi dan untuk dicintai.
Gimana cara mutusin hubungan addicted? nggak tau ya, mungkin bisa dengan mencari kesibukan masing-masing sehingga sumber kebahagiaan nggak cuma dari sang pacar (biasanya kalo udah hubungan addicted bisa lupa sama ortu). Mungkin bisa juga dengan bantuan pihak ketiga , sebagai pembuka mata :P
Sekali lagi ini baru dugaan ya, gw nulis apa yang gw duga terjadi. Tetapi belum tentu benar. Just share for you LiSIers :D
Addicted atau kecanduan, seperti layaknya narkoba dia membuat kita ketergantungan dan tidak bisa lepas dari jeratannya. Tapi gw nggak akan bahas ketergantungan obat-obatan terlarang, tapi ketergantungan psikologis yang dialami saat pacaran. Kasus addicted ini kata dosen gw banyak terjadi pada pasangan suami istri, diamana satu pihak adalah orang yang dominan dan pihak lainnya adalah pihak yang penurut.
Kalo dalam kasus pacaran nampaknya akan menjadi seperti ini skenarionya :
Si cowok dominan, dia yang banyak ambil keputusan dalam hubungan. Dia sering mengatur pasangannya, selalu curigaan, dan over protecting. Sedangkan si cewek adalah orang yang sangat sayang sama pacarnya, dia banyak berkorban, dan dia nurut sama yang pacarnya katakan. Dia merasakan kenyamanan, kebahagiaan, dan merasa aman di dekat pacarnya. Jadilah hubungan addicted, dimana si cowok mau mendominasi si cewek , dia takut pacarnya pindah ke lain hati , dia juga mau dianggap sebagi seorang cowok yang satu-satunya bisa mencintai dan melindungi si cewek. Jadi seringkali dia mengatur kehidupan si cewek. Sedangkan si cewek ingin terus mendapatkan kebahagiaan, cinta, dan perlindungan dari si cowok. Ia menjadi seorang yang rela berkorban dan seringkali menyalahkan diri sendiri kalo cowoknya marah. Dia merasa nggak bisa membahagiakan cowoknya, tetapi dia pengen terus dicintai cowoknya.
Jadilah hubungan yang tidak bisa dilepas, saling membutuhkan untuk mendominasi dan untuk dicintai.
Gimana cara mutusin hubungan addicted? nggak tau ya, mungkin bisa dengan mencari kesibukan masing-masing sehingga sumber kebahagiaan nggak cuma dari sang pacar (biasanya kalo udah hubungan addicted bisa lupa sama ortu). Mungkin bisa juga dengan bantuan pihak ketiga , sebagai pembuka mata :P
Sekali lagi ini baru dugaan ya, gw nulis apa yang gw duga terjadi. Tetapi belum tentu benar. Just share for you LiSIers :D

0 comments:
Post a Comment