Suatu hari ada seorang anak yang duduk di bangku SMA, Rey namanya. Pagi itu, ia bangun kesiangan dikarenakan jam yang biasa membunyikan alarm batrenya habis. Terengah-engah lah dia saat sampai di sekolah.Bu Endang yang melihat bau keterlambatan ini kemudian menghukum Rey untuk berdiri di depan kelas selama jam pelajaran. Setelah jam pelajaran usai, tibalah jam istirahat. Rey pergi ke kantin untuk membeli makan siangnya.
Ia memesan sebuah nasi bungkus kesukaannya seharga 8000 rupiah. Namun disaat ia merogoh sakunya, ia baru menyadari bahwa ia tidak membawa dompet, bertambahlah daftar kesialannya hari ini. Akhirnya Rey hanya bisa pasrah dan duduk di bangku taman tanpa menyantap makan siangnya.
Saat ia sedang meratapi kesialannya hari itu, ia tiba-tiba melihat cewek idamannya, Sisca sedang berjalan menuju kelasnya. Sisca nampak sedang mencari seseorang di kelas, lalu tiba-tiba keluarlah Fery, teman sekelas Rey menghampiri Sisca. Mereka terlihat berbincang akrab, lalu dengan tersipu-sipu Sisca memberikan sebuah surat Fery. Fery nampak bahagia, Sisca pun lari dengan muka yang tersipu-sipu. Rey hanya menatap kaget, ia yakin bahwa surat itu adalah surat cinta untuk Fery, hancurlah hatinya.
Dengan penuh beban Rey pulang ke rumah, dengan penuh keluh kesah ia memaki kesialannya hari ini. Besok, ia berniat untuk tidak masuk sekolah. Ia menduga hari esok akan sama saja dengan hari ini, penuh kesialan. Akhirnya Rey menutup hari itu dengan amarah kepada Tuhan.
Keesokan harinya, Rey hanya diam di rumah. Ia berhasil mengelabui orang tuanya. Ia pura-pura sakit dan ia sukses besar menghindari hari itu. Saat jam pulang sekolah, Rey menerima sms dari Fery, si pemakan teman. "Rey lu sakit ya? Hari ini padahal seru banget loh.. Si Stella ultah, dia traktir kita nasi bungkus di kantin.. Bu Endang nggak masuk , kita happy-happy di kelas. Dan yang lebih keren lagi gw punya hadiah buat lo!!! Si Sisca kasih surat cinta ke lu bro!! Gara-gara lu nggak masuk anak 1 kelas jadi tau isinya!! WKWKWK. PJ ya nanti.cihuy... Oh ya, walaupun Bu Endang nggak masuk, hari ini banyak banget catatan n kuis mendadak. GWS ya bro."
Everyday is different :)
Ia memesan sebuah nasi bungkus kesukaannya seharga 8000 rupiah. Namun disaat ia merogoh sakunya, ia baru menyadari bahwa ia tidak membawa dompet, bertambahlah daftar kesialannya hari ini. Akhirnya Rey hanya bisa pasrah dan duduk di bangku taman tanpa menyantap makan siangnya.
Saat ia sedang meratapi kesialannya hari itu, ia tiba-tiba melihat cewek idamannya, Sisca sedang berjalan menuju kelasnya. Sisca nampak sedang mencari seseorang di kelas, lalu tiba-tiba keluarlah Fery, teman sekelas Rey menghampiri Sisca. Mereka terlihat berbincang akrab, lalu dengan tersipu-sipu Sisca memberikan sebuah surat Fery. Fery nampak bahagia, Sisca pun lari dengan muka yang tersipu-sipu. Rey hanya menatap kaget, ia yakin bahwa surat itu adalah surat cinta untuk Fery, hancurlah hatinya.
Dengan penuh beban Rey pulang ke rumah, dengan penuh keluh kesah ia memaki kesialannya hari ini. Besok, ia berniat untuk tidak masuk sekolah. Ia menduga hari esok akan sama saja dengan hari ini, penuh kesialan. Akhirnya Rey menutup hari itu dengan amarah kepada Tuhan.
Keesokan harinya, Rey hanya diam di rumah. Ia berhasil mengelabui orang tuanya. Ia pura-pura sakit dan ia sukses besar menghindari hari itu. Saat jam pulang sekolah, Rey menerima sms dari Fery, si pemakan teman. "Rey lu sakit ya? Hari ini padahal seru banget loh.. Si Stella ultah, dia traktir kita nasi bungkus di kantin.. Bu Endang nggak masuk , kita happy-happy di kelas. Dan yang lebih keren lagi gw punya hadiah buat lo!!! Si Sisca kasih surat cinta ke lu bro!! Gara-gara lu nggak masuk anak 1 kelas jadi tau isinya!! WKWKWK. PJ ya nanti.cihuy... Oh ya, walaupun Bu Endang nggak masuk, hari ini banyak banget catatan n kuis mendadak. GWS ya bro."
Everyday is different :)

0 comments:
Post a Comment